Rate:
Apr 22, 2019 1504
Ada seorang siswa yang sangat malas ke sekolah. Sebut saja namanya Udin. Ketika dia datang, langsung dihadang oleh gurunya sembari bertanya. Guru : “Udin, kenapa kamu tak pernah datang ke sekolah 1 minggu terakhir ini ?” Udin : “Saya tidak datang karena hujan, bu.” Guru : “Kalau hujan tidak berhenti selama 1 bulan, apa artinya itu, Udin ?” Udin :”Itu artinya banjir, bu.”
Selengkapnya
Rate:
Apr 22, 2019 4346
Guru : “Empat orang wanita cantik sedang berjalan di depan rumahku.”. Adi, coba ubah kalimat tadi menjadi kalimat seru.! Adi : “WOOOW…!!!”
Selengkapnya
Rate:
Apr 22, 2019 1507
Ini merupakan percakapan antara dokter dengan seorang pasien bernama Gugun yang kena penyakit diare. Dokter : “Sakit apa,…?” Gugun : “Anu dok,… mual-mual dan muntah-muntah.” Dokter : “Buang air besarnya bagaimana,…?” Gugun : “Seperti biasa dok, jongkok.”
Selengkapnya
Rate:
Apr 22, 2019 2208
Dalam kelas baru murid sekolah dasar kelas 1. Seperti biasa terjadi kenal mengenal antara guru dan murid. Guru : “Siapa nama kamu?” Murid : “Amelia” Guru : “Kalau ibu kamu siapa?” Murid : “Mama” Guru : “Maksud ibu guru, nama Ibu kamu” Murid : “Iya , Mama” Guru : “Okelah, sekarang bagaimana Ayah kamu panggil Ibu kamu?” Murid : “Eh, monyong”
Selengkapnya
Rate:
Apr 22, 2019 5090
ketika itu Saroso duduk di kelas 1 SMP. Sampailah pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, dan gurunya menanyakan siapa yang menemukan listrik. Karena tak seorangpun murid menjawab, Saroso memberanikan diri untuk menjawab. Saroso : Oh, kalau itu saya tahu bu, itu pasti Thomas Alva Edison Bu guru : Agak jengkel ibu guru bertanya , Mengapa tidak dari tadi kamu menjawabnya, padahal kamu bisa. Saroso : Saya masih bingung bu??, kalau Thomas Alva Edison yang menemukan listrik. Trus siapa bu yang menghilangkan listiknya???
Selengkapnya
Rate:
Apr 22, 2019 4092
Alkisah terdapat seorang pemuda tanggung berusia belasan tahun, bernama UDIN.. Udin sangat menyukai seorang gadis, LELA, yang merupakan anak dari seorang kyai ternama di lingkungan masyarakatnya. Kyai yang biasa dipanggil PAK HAJI itu mengajar di banyak pengajian, di antaranya pengajian ibu-ibu, pengajian bapak-bapak, juga pengajian untuk para pemuda-pemudi. Udin yang sangat menyukai Lela, akhirnya memutuskan untuk mengikuti pengajian yang dipimpin oleh Pak Haji itu, karena Lela aktif di situ. Semakin lama Udin semakin rajin dan cepat menangkap apa yang diajari oleh Pak Haji, akhirnya Udin tumbuh menjadi pemuda yang pandai mengaji. Suatu hari, Udin tidak tahan untuk menunjukkan rasa sukanya pada Lela, tapi dia tau, Lela tidak akan mau menerima cintanya, karena Lela gadis yang SANGAT PATUH dan TAAT pada orang tuanya.. Setelah berfikir lama, akhirnya Udin memutuskan satu cara.. Saat itu Pak Haji sedang menunaikan shalat sunnah di Mushalla samping rumahnya selepas pengajian. Semua murid sudah pulang, tinggal Udin seorang. Ketika Pak Haji sedang dzikir, Udin menyembunyikan sandal Pak Haji di bawah pohon samping Mushalla. Saat Pak Haji hendak pulang, beliau mencari sandalnya. Ketika dilihatnya si Udin, Pak Haji bertanya : Pak Haji : "Din, lu liat sendal gua kaga?" Udin : "Sendal yang mana Pak Aji??" Pak Haji : "Sendal yang biasa gua pake.. yang kulit.." Udin : "Oh, yang itu, perasaan tadi dibawa pulang dah ama si Lela." Pak Haji : "Kok di bawa pulang? Ambilin dah Din, tolong. Masa iya gua pulang kaga pake sendal." Udin : "Iya, Pak Aji, bentar ya" Berangkatlah Udin ke rumah Pak Haji yang notabene di samping Mushalla itu. Sampai di depan, udin mengetuk pintu rumah Pak Haji, dan ternyata Lela yang membuka pintu rumahnya. Udin : "Assalamu'alaikum, La" Lela : "Wa'alaikumussalam. Ada apa bang?" Udin : "Gini La, Pak Aji NYURUH KAMU NYIUM SAYA" Lela : "Hah?? Maksud abang Udin apaan sih? Masa baba gitu?" Udin : "Bener La. Masa iya saya boong, nih saya tanyain ya" Udin : (teriak ke arah Mushalla) : "Pak Ajiii,, GA DIKASIH NIIIIH" Pak Haji : (teriak juga) : "KASIH LELAAAA..." Lela yang kaget tidak percaya agak bengong sebentar, tapi karena dia anak yang sangat patuh pada orang tua, akhirnya mencium pipi kiri Udin. Udin yang seneng, mulai ngelunjak.. Udin : "La, yang kanan belom" Lela : "Apa-apaan sih bang Udin !!!" Udin : (teriak lagi ke Pak Haji) : "Pak Ajiiii,,, DIKASIHNYA CUMAN SEBELAAAAAH" Pak Haji : (teriak lagi juga ke rumah) : "KASIH DUA-DUANYA NURLELAAAA..." Akhirnya Lela nyerah, dia pun mencium pipi kanan Udin.. Dengan hati riang karna siasatnya berhasil, setelah berterima kasih ke Lela, Udin pun mengambil sandal kulit Pak Haji yang tadinya disembunyikan di bawah pohon samping Mushalla, kemudian memberikannya kepada Pak Haji yang sudah menunggu di teras Mushalla. Udin : (sambil menyodorkan sandal kulit), "Ini Pak Aji, sendalnya. Bener kan ama si Lela." Pak Haji : (sambil mengusap-usap kepala Udin) : "Iya, makasih ya Din."
Selengkapnya
Rate:
Apr 19, 2019 773
Pada suatu hari, Imam melamar pekerjaan disuatu perusahaan asing. Tiba gilirannya dipanggil untuk wawancara. "Dapatkah kamu menceritakan keluargamu?", tanya interviewer. "Aku anak pertama dari 3 bersaudara. Ayahku orang Garut, ibuku orang Bandung. Aku punya 2 nenek, yang satu dari Batak dan satunya lagi dari Jawa. Pamanku tinggal di Banten dan Bibiku ikut dengan pamanku...", jawab Imam. "Dapatkah kamu menceritakan keluargamu dalam bahasa inggris.", pinta interviewer. "Bisa..", jawab Imam. "Now tell me about your family in english", kata interviewer. "Sorry I don't have family in English..", jawab Imam dengan lugunya.
Selengkapnya
Rate:
Apr 19, 2019 4517
Suatu hari ada da orang sahabat sedang main tebak-tebakan, sebut saja mereka Bejo dan Bedu. Bejo: Du, kamu tau gak ban mobil sedan ada berapa buah? Bedu: Ya jelas empat to Jo..!!! Bejo: Salah..!!! Bedu: Lho, kok salah!!! Emangnya ada berapa!!! Bejo: Coba kamu hitung, didepan bannya ada berapa? Bedu: 2 Bejo: Di belakang..? Bedu: 2 Bejo: Di samping kiri..? Bedu: 2 Bejo: Disamping kanan..? Bedu: 2 Bejo: Jadi totalnya berapa!!??? (dengan nada sok pintar) Bedu: DELAPAN...
Selengkapnya
Rate:
Apr 19, 2019 4037
ada suatu hari ada seorang turis Jepang yang berkunjung ke Indonesia, dan dia berada dalam sebuah taxi di jalan tol, tiba tiba ada sebuah mobil yang sangat kencang menyalip taxi yang ditumpangi turis tersebut. Turis Jepang itupun nyeletuk, "Wow.. Toyota, made in Japan. very fast..!!". Untuk yang kedua kalinya taxi itu disalip oleh mobil lain, dan turis Jepang itu kembali nyeletuk, "Wow.. Honda, Mitsubishi, made in Japan. very fast..!!". Selalu saja setiap ada mobil atau produk Jepang dia selalu membanggakannya. Tak lama kemudian dia minta berhenti dan turun, sebelum turun turis tersebut bertanya kepada supir taxi "Berapa ongkosnya?" dengan bahasa Indonesia yang agak kaku. "Lima ratus ribu rupiah..", jawab si supir taxi. "Whats..? Berapa..? Lima ratus ribu, mahal sekali!!!", kata turis jepang. Dengan sedikit kesal supir taxi menjawab, "Yes sir, argometer made in Japan.. very fast...".
Selengkapnya
Rate:
Apr 19, 2019 1679
2 orang sahabat Udin & Joni baru lulus dari SMU, mereka mempunyai rencana melanjutkan ke perguruan tinggi. Udin : Jon, kamu nanti ngambil fakultas apa? Joni : Rencananya sich aku mau ngambil fakultas hukum. Udin : Wah, kamu mau jadi pengacara ya? Joni : Enggak ah, aku kan pengen cepet kaya! Udin : Memangnya kamu mau jadi apa dong? Joni : Aku mau jadi HAKIM saja! Udin : Memangnya jadi HAKIM bisa lebih cepet kaya..? Joni : Jelas dong, HAKIM kan yang ngambil keputusan di pengadilan... Udin : Terus, apa hubungannya..? Joni : Ya, sesuai dengan namanya saja. HAKIM, Hubungi Aku Kalau Ingin Menang! Udin : ???????
Selengkapnya
Rate:
Apr 18, 2019 2174
Hari ini adalah hari yang (harusnya) spesial bagi Bambang, namun dia merasa tidak demikian di hari ulang tahunnya ini ketika dia baru membuka mata dia bukannya dapat ucapan "selamat" dia malah disambut oleh caci maki sang istri, kedua anaknya bertengkar hebat, dalam perjalanan ke kantor pagi tadi dia tejebak macet, belum lagi ban nya bocor, terus sesampainya di kantor pun rupanya tak ada yang menyadari hari ulang tahunnya pikirnya. Untunglah ada Rika, sekertarisnya yang baik serta pengertian (plus cantik) yang mau menghiburnya. "Bapak kelihatan murung, ada apa pak.?" "Nggak, nggak ada apa-apa." Hufft rupanya Rika juga gak tau hari ulang tahunku. "Emmm, bapak ntar habis pulang mau temenin rika makan nggak.? rika tau restoran enak yang kemarin baru dibuka." sambil mengedipkan mata. "OK, baiklah". Direstoran mereka berdua makan. Selesai makan mereka ke tempat karaoke. Kemudian malamnya Pak Bambang mengantar Rika ke apartemennya. "Bapak mau mampir dulu.?, sebentar aja Pak..." "OK lah, sebentar aja ya.." dari pada di rumah kena marah lagi pikirnya. "Wah Rika gak nyangka ya kamu juga suka film gituan." Pak Bambang tak sengaja melihat beberapa film diantara beberapa koleksi DVD Rika di ruang tamu. "Ah pak, cuma penasaran aja, hehe." "Penasaran kok ada beberapa keping gitu...". Pak Bambang tersenyum. Kemudian lama-lama pembicaraan menjerus ke hal-hal yang lebih. "Emmm, pak Bambang saya permisi sebentar mau ke belakang ada sesuatu yang mau dibenerin. Bapak tunggu di kamar saya aja yahhh..." Rika mengedipkan matanya sambil tersenym manis. Pak Bambang yang mengerti "KODE" itu pun beranjak ke kamar Rika sambil bersiul-siul. "Heheheh.., Gak nyangka bisa "ginian" semudah ini sama Rika..." katanya dalam hati. Tak lama Rika pun menyusul masuk. Dan Pak Bambang yang berbaring di atas ranjang dan sudah tak mengenakan sehelai benang pun hanya bisa TERPAKU melihat Rika membawa kue ultah bersama anak istri dan rekan-rekan kerja Pak Bambang.
Selengkapnya
Rate:
Apr 18, 2019 3446
Setelah Jalan jalan, Udin, memasuki pelataran sebuah rumah makan. Dia kelaparan. Dilihatnya masih ada satu tempat yang kosong, langsung dia menghampiri pelayan untuk memesan makanan. Beberapa menit kemudian pesanan pun datang dan tanpa menunggu lama dia langsung menyantap hidangan. Lagi asyiknya makan, datanglah seorang cewek cantik. Wajahnya oriental, Pakai celana pendek. Karena semua tempat penuh, cewek itu lalu bergabung semeja dengan Udin. Jadi, satu meja dua tempat duduk. Udin terpana melihat kecantikan cewek itu, sampai-sampai dia menunda santapannya. Entah kenapa, tiba-tiba Udin tersadar dan dengan reflek dia menutup mulutnya pakai kedua belah tangannya. Si cewek yang melihat tingkah aneh Udin lantas bertanya, Ce : "Mas, kenapa nggak makan. Panas dalam ya?". Udin : (Geleng-geleng kepala). Ce : "Susah buang air ya?". Udin : (Tetap geleng-geleng kepala). Ce : "Mas pasti sariawan. Bibirnya pecah-pecah ya?". Udin : (Sambil membuka kedua belah tangannnya dari mulutnya), ”Iya, pecahnya besar sekali". Rupanya bibir Udin sumbing.
Selengkapnya