Ketahui 7 Faktor Risiko & 6 Gejala Fisik Anoreksia

Jul 16, 2019 | / Tips / Kesehatan |
Rate:
Dilihat 2860x
Anoreksia (anorexia) merupakan gangguan makan yang disebabkan oleh gangguan psikologis di mana penderitanya mengontrol asupan kalori secara ekstrim, membatasi makan, dan amat terobsesi dengan berat badan.

Penderita anoreksia kemungkinan juga melakukan olahraga secara ekstrim untuk mengurangi berat badan.

Sebelum membahas perihal tanda dan gejala fisik, ada baiknya untuk mengetahui faktor risiko anoreksia.

Berikut adalah faktor risiko anoreksia.

1. Sejarah keluarga.

Faktor genetik turut berkontribusi pada anoreksia. Ini berarti orang tua yang memiliki anoreksia kemungkinan akan menurunkannya pada anak-anaknya.

2. Teman sebaya.

Teman sebaya turut berkontribusi terhadap terjadinya anoreksia. Tidak hanya teman sebaya, keluarga dekat maupun orang tua dapat pula memberikan kontribusi.

3. Kepribadian.

Lekas marah, citra diri yang rendah, perfeksionisme, dan sifat obsesif adalah beberapa kepribadian yang sering ditemukan pada penderita anoreksia.

4. Kemampuan menyesuaikan diri.

Orang yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan dalam hidup atau yang sering mengalami gangguan emosional berpotensi lebih besar menderita anoreksia.

Selain itu, orang yang pernah dilecehkan secara seksual atau fisik memiliki kemungkinan lebih besar mengalami anoreksia.

5. Konflik hubungan.

Banyak penderita anoreksia memiliki latar belakang hubungan yang tidak harmonis seperti perceraian dan konflik keluarga. Hal ini akan memicu masalah emosional yang rentan terhadap anoreksia.

6. Usia remaja.

Masa remaja merupakan usia paling rentan seseorang mengalami anoreksia.

Tekanan teman sebaya, perubahan bentuk tubuh yang pesat, serta faktor kelabilan emosional membuat remaja lebih berisiko menderita anoreksia.

7. Kondisi kesehatan lain.

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), depresi, kecemasan, dan kecanduan semua bisa membuka jalan bagi anoreksia.

Berikut adalah tanda dan gejala fisik anoreksia

1. Waspadai pakaian longgar atau yang melebihi ukuran.

Banyak penderita anoreksia menyembunyikan tanda-tanda fisik dengan cara menutupi tubuh mereka dengan pakaian longgar.

2. Perhatikan setiap penurunan berat badan yang dramatis.

Banyak orang mengalami fluktuasi berat badan, tetapi penderita anoreksia umumnya mengalami perubahan drastis dan mendadak dalam berat badan mereka.

3. Memantau kebiasaan diet.

Penderita anoreksia cenderung memilih makanan rendah kalori atau bebas lemak dan sering melewatkan waktu makan.

4. Perubahan siklus menstruasi dan seksual.

Perempuan yang mengalami anoreksia mungkin akan terlambat tiga kali atau lebih dalam siklus menstruasi.

Sedang laki-laki yang menderita anoreksia mungkin mengalami penurunan dorongan seksual.

5. Olahraga berlebihan.

Salah satu tanda anoreksia adalah melakukan olahraga pada porsi ekstrim tanpa disertai asupan kalori yang memadai. Mereka berharap dengan olahraga keras berat badan ‘ideal’ akan segera dapat dicapai.

6. Periksa tanda-tanda fisik.

Kulit kuning, kuku kering, rambut rontok, dan memar adalah beberapa dari tanda-tanda fisik anoreksia.[]
Tips Pilihan Lainnya: