Tips aman saat membersihkan abu vulkanik

Feb 18, 2018 | / Tips / Kesehatan |
Rate:
Dilihat 785x
Hujan abu yang diakibatkan oleh gunung api berbeda dari abu gunung api biasa. Abu ini memiliki struktur kristal yang berujung runcing dan bisa menggores dan mengelupas permukaan ketika dibersihkan. Selain itu, abu vulkanik juga bisa berbahaya untuk kesehatan jika tak dibersihkan secara hati-hati.

Sebenarnya abu vulkanik bisa bersih secara alami dengan hujan dan tanaman. Namun jika abu vulkanik terlalu tebal akan membutuhkan waktu lama. Untuk itu, Anda perlu belajar bagaimana cara membersihkan abu vulkanik dengan benar. Berikut adalah prosedur pembersihan abu vulkanik dengan benar, berdasarkan panduan dari The International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN).

1. Pastikan Anda sudah memakai masker sebelum membersihkan abu. Jika tak memiliki masker, gunakan kain yang sudah dibasahi.

2. Sebelum membersihkan, buka semua pintu dan jendela agar udara bisa keluar. Pastikan juga ventilasi ruangan baik. Gunakan hanya satu pintu untuk mengeluarkan debu. Hal ini untuk menghindari kontaminasi abu pada daerah yang sudah dibersihkan.

3. Basahi terlebih dahulu tumpukan abu halus sebelum dibersihkan dengan sekop. Hal ini untuk mempermudah pembersihan dan mencegah abu agar tak menyebar ke udara. Namun berhati-hatilah jangan memberikan terlalu banyak air karena akan meningkatkan volume abu vulkanik.

4. Untuk membersihkan atap jangan tunggu hingga abu terakumulasi dalam jumlah yang banyak. Hal ini karena abu yang terlalu banyak akan membebani atap dan bisa membuatnya runtuh. Berhati-hatilah juga ketika membersihkan atap dan tangga dari abu vulkanik. Bergerak dengan hati-hati, jika perlu gunakan tali pengaman karena abu vulkanik bisa membuat permukaan menjadi licin.

5. Gunakan metode pembersihan efektif seperti mencuci dengan air dan deterjen. Teknik membersihkan dengan air atau penyedot debu sangat dianjurkan. Setelah disedot, kain atau karpet bisa dicuci menggunakan deterjen. Namun jangan menggosok terlalu berlebihan karena partikel abu vulkanik yang tajam bisa memotong serat tekstil.

6. ketika membersihkan kaca, porselen, dan permukaan akrilik, jangan ditekan karena abu vulkanik bisa menggores dan mengelupasnya. Gunakan kain atau spon yang telah dibasahi dan gunakan deterjen dengan cara dioleskan, bukan ditekan dan digosok terlalu keras.

7. Menggosok abu pada permukaan yang dipelitur akan menyebabkan pudar dan surah. Akan lebih baik untuk membersihkannya dengan cara disedot dengan penyedot debu, kemudian dihapus dengan kain basah.

8. Kain yang terkena abu harus dibilas dengan air yang mengalir dan dicuci secara hati-hati. Sebelum mencuci pakaian yang kotor, bersihkan dulu pakaian dari abu yang menempel. Cuci pakaian dalam kuantitas kecil dan gunakan air yang cukup agar kotoran hilang.

Selain prosedur di atas, ada beberapa hal yang sebaiknya tak dilakukan saat membersihkan abu gunung api. Berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya dihindari.

1. Jangan menyapu abu kering, karena abu dapat menyebar dan bercampur dengan udara. Sehingga risiko untuk mengenai mata dan terhirup menjadi lebih besar.

2. Jangan menggunakan lensa kontak. Lensa kontak lebih mudah tergores ketika terkena abu vulkanik dan berkemungkinan besar merusak kornea mata.

3. Jangan memberi terlalu banyak air pada abu vulkanik karena akan membentuk massa yang lebih padat dan keras. Ini akan membuat abu vulkanik lebih sulit dibersihkan.

4. Jangan membuat abu di taman atau di pinggir jalan, karena berkemungkinan terbawa angin dan mengganggu pengguna jalan lainnya.

5. Jangan mengalirkan abu ke talang dan saluran air. Ini akan membuat saluran air dan talang menjadi tersumbat karena konsentrasi abu yang terlalu banyak dan padat.

6. Jika memungkinkan jangan tinggalkan rumah dan bepergian ketika hujan abu. selain itu juga berhati-hati dalam berkendara karena abu akan membuat jalanan menjadi licin, terutama jika sudah terkena air.
Tips Pilihan Lainnya: